«

»

Apr 28

Waste to Energy in Indonesia Challenges and Opportunities (Laporan dari ISWA Beacon conference, Kuala Lumpur)

Pada tanggal 16-17 April 2015, ISWA bekerjasama dengan WMAM (Malaysia) menyelenggarakan ISWA Beacon Conference 2015 di Kuala Lumpur , Malaysia yang mengangkat isu Waste to energy.

Konferensi ini memfasilitasi berbagai pengalaman terbaik dan pembelajaran terkait WtE dari berbagai negara, dengan focus pembahasan bukan hanya aspek teknis dan teknologi, namun juga tantangan pembiayaan, institusional, dan komunikasi publik. Dengan demikian, peserta konferensi dapat memperoleh jawaban dan solusi terhadap pengolahan dan penanganan sampah yang terbaik untuk negara berkembang.

Secara umum komposisi sampah di Asia rata-rata didominasi sampah yang mudah terurai atau sampah organik diatas 50% disusul plastik, kertas dlsb yang pengelolaanya masih berakhir di landfill, di lain Pihak sampah sebenarnya dapat menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan menjadi energi. Namun untuk mengupayakan hal tersebut perlu serangkaian usaha agar Waste to energi agar dapat berjalan efektif dan efisien terutama meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelolanya khususnya Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten agar mereka memahami dengan benar aspek-aspek terkait waste to energi yang cukup kompleks dan tidak meninggalkan prinsip Clean first

InSWA sebagai National member of ISWA diundang sebagai salah satu pembicara pada konferensi tersebut yang diwakili oleh Dini Trisyanti sebagai Deputy of Capacity Building and Technical Assistance yang mengangkat tema Waste to Energy in Indonesia, Challenges and Opportunities. dalam paparannya dihadapan wakil dari USEPA, Swedia, Singapore, Bangladesh, Malaysia dll beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan waste to enegy dengan didukung oleh peraturan perundang-undangan yang ada. Hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Indonesia belum ada yang mengaplikasikan Waste to Energy dengan serius dalam skala besar. Salah satu kendalanya adalah masalah pendanaan karena secara umum pelaksanaan Wte memerlukan teknologi tinggi dan dana yang cukup besar, selain itu secara sosial kegiatan Wte juga belum mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat.

Berikut materi presentasi selengkapnya:

KL WtE Conference April2015_InSWA

http://inswa.or.id/wp-content/uploads/2015/04/KL-WtE-Conference-April2015_InSWA.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>