↑ Return to Program dan Kegiatan

Pengembangan Kapasitas Teknis dan Kelembagaan

 

1. Studi Lapangan solusi alternatif pengelolaan sampah

Studi Lapangan merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan oleh InSWA untuk menjangkau masyarakat. Masyarakat tertarik mempelajari mengenai sampah, tentang kondisi terkini dari pengelolaan sampah, melalui keterlibatan masyarakat mereka secara langsung dan melihat fasilitas-fasilitas tertentu dari pengelolahan sampah. Pada bulan Maret 2012, InSWA menyelenggarakan wisata dua hari ke TPA terbesar di Indonesia, yaitu TPA Bantargebang di Bekasi, diikuti dengan belajar bagaimana membuat kompos rumah tangga di lingkungan yang bagus di Jakarta Selatan. Waste Tour juga memfasilitasi kunjungan ke pabrik plastik yang telah menerapkan teknologi plastik yang mudah terurai, serta mempelajari pengetahuan dasar plastik dari para ahli di Sentra Teknologi Polimer.

Tahun : Maret 2012
Lokasi : Jakarta, Bekasi, dan Tangerang
Pihak yang terlibat :1. Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta
2. 23 peserta dari sektor swasta, kalangan professional, Pemerintah Daerah, dan Lembaga- Swadaya Masyarakat (LSM)

 

2. Pelatihan 3R (reduce, reuse, recycle) dan sistem pengelolaan sampah

Sebagai bagian dari tujuan InSWA untuk memperbaiki kapasitas kelembagaan dari pemerintah daerah dan masyarakat, InSWA juga fokus dengan kota-kota di Indonesia. Salah satunya adalah dengan Dinas Kebersihan Kota Bogor. Pelatihan dengan 30 fasilitator terpilih telah dilakukan, yang meliputi pengenalan pada pendekatan terpadu sampah, prinsip 3R, praktek pembuatan kompos, dan daur ulang plastik serta kertas. Penindaklanjutan bantuan teknis dan pemantauan di beberapa lokasi percontohan juga telah diatur.

Tahun : Juli 2012
Lokasi : Kota Bogor
Pihak yang terlibat :

1. Dinas Kebersihan Kota Bogor
2. Bappeda Kota Bogor
3. Yayasan Kirai
4. Kelompok masyarakat di Kota Bogor

 

3. Outreach dan peningkatan kapasitas dengan Global Methane Initiative (GMI) – USEPA

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pada tahun 2013 tempat pembuangan sampah di Indonesia dilarang menggunakan pembuangan terbuka. Sejak awal tahun 2011, InSWA telah bekerjasama dengan GMI-USEPA untuk fokus pada program pengurangan gas metana di TPA. Oleh Karena itu, GMI dan InSWA telah sepakat untuk mendukung penerapan sanitary landfill sebagai kunci untuk mengurangi gas metana serta untuk perlindungan bagi lingkungan.

Melalui serangkaian pertemuan, InSWA telah mendukung GMI dengan data dan status terbaru dari program TPA, akses dan koordinasi dengan Kementerian, dan membantu selama kunjungan lapangan ke beberapa tempat pembuangan sampah di Indonesia. InSWA juga aktif terlibat dalam Pertemuan Sub-komite TPA GMI di Krakov, Polandia, dan juga yang baru saja diselenggarakan di Singapura.

Sebagai bagian dari Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) di Yogyakarta pada November 2011, GMI-USEPA telah memulai untuk menyebarkan programnya di Indonesia. Outreach terus berlanjut sampai baru-baru ini dilakukan lokakarya “Landfill Improvement Management” di Jakarta. Lokakarya ini diselenggarakan dan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum, InSWA dan USEPA, dihadiri oleh wakil-wakil yang dipilih dari 17 Pemerintah Daerah. Topik utama dari lokakarya ini adalah operasional dasar sanitary landfill yang berfokus pada pengalaman yang dipresentasikan oleh seorang manajer TPA di Elkland, Maryland, Amerika Serikat.

Tahun : 2011 – beberapa tahun ke depan
Lokasi : Jakarta (Tingkat Nasional)
Pihak yang terlibat :

1. GMI- USEPA
2. SCS Engineers
3. PT. Osana International
4. Kementerian Pekerjaan Umum
5. Kementerian Lingkungan Hidup
6. 17 Pemerintah Daerah

1 comment

  1. hary sugih

    mohon informasi utk menyampaikan ide pengolahan sampah ke lembaga ini bisa menhubungi ke mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>