Pemprov DKI Segera Keluarkan Pergub Insentif Pengelolaan Sampah


Jakarta – Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah DKI Jakarta mengatur pemberian insentif bagi warga yang mengelola sampah sendiri di lingkungannya. Untuk mendongkrak motivasi warga, Dinas Kebersihan DKI telah meminta agar pemberian insentif tersebut bisa diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin mengatakan, warga yang mengelola sampah sendiri di lingkungannya tanpa perlu dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah akan menghemat anggaran. Pasalnya, untuk pengangkutan hingga pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang, menghabiskan anggaran hingga Rp 300 ribu per ton sampah.

“Kalau masyarakat sudah dapat mengelola sampah dengan bagus, maka dapat melakukan penghematan hingga sebesar Rp 250 ribu per ton sampah. Sampah yang dibuang ke Bantar Gebang kan berkurang. Hal ini menguntungkan masyarakat. Jadi perlu kita kasih insentif untuk mereka,” kata Unu di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013).

Sebelumnya, Unu mengadakan acara Sarasehan dan Aksi Kali Bersih Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung di Kelurahan Kebon Manggis, Jakarta Timur.

Unu mengaku kini Pergub tersebut tengah dikaji lebih jauh. Pergub tersebut kini sudah diserahkan kepada Biro Hukum DKI.

“Pergubnya sudah digodok oleh kami. Tinggal nanti diedit dari aspek hukumnya. Kapan diterbitkannya, tanya saja biro hukum,” ujar Unu.

“Saya berharap perda ini mendorong warga berpartisipasi mengolah sampah Jakarta. Kami juga berharap ada inisiatif perusahaan-perusahaan di Jakarta,” tambahnya.

Sumber : Detiknews

Rahasia Pengurangan Sampah di TPST Rawasari

Tidak bau dan tidak kotor, demikian kesan pertama seti ap kali tamu datang mengunjungi Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta Pusat. Tidak ada yang menutup hidungnya, bahkan makan dan minum tiada canggung. Tidak sombong, hampir setiap hari TPST Rawasari ini kedatangan tamu, tidak saja dari dalam negeri namun tamu-tamu mancanegara pun hadir tak henti-hentinya ingin melihat langsung ‘keajaiban’ yang terjadi pada sampah yang kita kenal bau dan busuk tersebut. Sebut saja tamu mancanegara yang pernah diterima di TPST ini berasal dari Cina, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Itali, Kolombia, Jepang,, dan lainnya.

Letak TPST ini berada di lingkungan pemukiman warga yang lumayan padat, tepatnya warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Cempaka Putih Timur.  Berdampingan langsung dengan kantor pemadam kebakaran, sekolah, Kantor Camat Cempaka Putih, pasar, Kantor Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat, dan kantor-kantor lainnya. Jadi TPST ini memang berlokasi di lingkungan yang ramai dan hidup 24 jam. Tapi sampai saat ini belum ada dampak sosial negatif yang ditimbulkan. Artinya, TPST ini bisa diterima secara sosial di lingkungan pemukiman, tidak ada unjuk rasa warga, tidak ada keberatan sama-sekali dari berbagai elemen masyarakat setempat.

Ini adalah kondisi ideal yang diharapkan pada pengelolaan sampah domestik tidak saja di Indonesia, namun di seluruh dunia. Pengurangan di tingkat masyarakat dikenal juga dengan istilah pengurangan dari sumbernya, merupakan cita-cita yang hendak dicapai oleh Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah domestik. Bayangkan, saat ini Indonesia menghasilkan sampah domestik (sampah yang berasal dari rumah tangga) sebesar 167 ribu ton per hari (KLH, 2008).

Padahal, 65 persen dari komposisi sampah itu adalah sampah yang mudah membusuk atau lebih dikenal dengan sampah organik yang sebenarnya sangat berpotensi untuk dikurangi melalui pengomposan. Jadi yang bakal menuhin TPA cuma sampah-sampah yang benar-benar tidak bisa di-treatment lagi, hanya sekitar 10 persen.

TPST Percontohan

Untuk di Jakarta, TPST Rawasari merupakan TPST percontohan untuk pengurangan sampah dari sumbernya melalui kegiatan pengomposan, sekaligus bisa diterapkan di kawasan padat penduduk. TPST ini dibangun pada tahun 2000 dan awalnya dikelola oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Namun, sejak tahun 2009 TPST Rawasari dpindahtangankan ke Dinas Kebersihan DKI Jakarta. TPST Rawasari saat ini dibawah supervisi Indonesia Solid Waste Association (InSWA).

Sejalan dengan amanat Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan peraturan turunannya yakni PP No 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga, TPST adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, maka itu TPST Rawasari tidak saja melakukan upaya pengomposan namun mengintegrasikan kegiatan 3R lainnya. Contohnya saat ini TPST Rawasari juga sebagai dropping point (lokasi titik pengumpulan) sampah polystyrene atau lebih dikenal dengan sampah styrofoam. Kegiatan ini bekerjasama dengan BPLHD DKI Jakarta. Dropbox (kotak pengumpulan) akan ditempatkan di beberapa lokasi seperti perkantoran dan pemukiman yang selanjutnya dalam jangka waktu tertentu akan diangkut ke TPST dan ke pabrik daur ulang styrofoam.

Satu Dekade InSWA untuk Indonesia

Pada tanggal 28 Oktober 2013 InSWA memperingati hari jadinya yang ke-10, acara yang diselenggarakan di TPST Rawasari ini berlangsung cukup sederhana namun tetap hikmat dan dihadiri oleh para  pejabat dari Instansi terkait seperti Asbang lingkungan hidup Jakarta Pusat, Wakil dari Dinas kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Sudin Kebersihan Jakarta Pusat, para pengusaha mitra InSWA, Pejabat setempat, para anggota InSWA dan para penggiat lingkungan. Dalam sambutannya ketua umum InSWA Ibu Ir. Sri Bebassari,MSi. Mengajak kita semua untuk terus tetap semangat meningkatkan kepedulian kita terhadap kebersihan agar tercipta lingkungan yang bersih sehat dan nyaman, karena lingkungan yang bersih juga merupakan asset berharga bagi kita semua.

Dalam acara tersebut InSWA  sekaligus melakukan launching majalah KELOPAK setelah sebelumnya secara rutin menerbitkan Indonesia Solid Waste Newsletter. Majalah KELOPAK  merupakan salah satu majalah tentang kebersihan dan lingkungan terkait persampahan dengan tagline Sumber Informasi Kelola Sampah Dengan Bijak, dengan harapan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam memberikan informasi tentang persampahan dan pengelolaanya.

Dengan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua umum dan Wakil ketua umum InSWA serta dengan dilanjutkan pembacaan Do’a InSWA berharap untuk terus bekerjasama dengan Instansi terkait dan para mitra InSWA serta masyarakat untuk membangun system di masyarakat yang lebih peduli dan produktif dalam mengelola sampah

“Selamat Ulang Tahun InSWA yang ke-10 Semoga sukses untuk Indonesia yang lebih bersih dan sehat”

Dinas Kebersihan DKI Jakarta Gelar Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan 3R dan Bank Sampah

Pada tanggal 7-9 Oktober 2013 Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta menggelar Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan 3R dan Bank sampah di Wisma PPPPTK bisnis dan Pariwisata, Sawangan Depok Jawa barat. Pelatihan yang diikuti kader-kader kebersihan dari 5 wilayah se-DKI Jakarta ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Bp. H. Drs Unu Nurdin MSi. Dalam sambutannya beliau mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota memang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk masyarakat. “Salah satunya, penyediaan fasilitas pemilahan sampah (3R). Aktifitas ini bertujuan diantaranya untuk mengambil manfaat ekonomi dari sampah. Implementasinya dapat dikelola dalam bentuk Bank Sampah di lingkungan sekitar tempat tinggal warga,” kata dia.

Beliau juga berseloroh dengan menanyakan kepada Peserta Pelatihan tentang supermarket terpanjang dan terbesar di Jakarta dan menyebutkan sungai Ciliwung lah Jawabannya, disana apapun ada, dari sepatu, kertas bekas sampai kasur, hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungan masih rendah, karena hampir semua orang tahu bahwa sampah yang dibuang ke sungai dapat mengakibatkan sumbatan arus sungai sehingga air sungai meluap dan terjadilah banjir.

Menurut Unu, pengolahan sampah secanggih apapun di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) akan berkurang efektifitasnya, jika sampah tidak dikelola sejak dari sumber. “Melalui Program 3R kita budayakan warga untuk melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah, sehingga sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis dan bermanfaat dapat didayagunakan,” katanya, Berdasarkan ketentuan Pasal 22 UU 18/2008, kata Unu, secara tegas mengamanatkan kegiatan penanganan sampah melalui Program 3R, yang terdiri dari pengurangan sampah (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan pendaurulangan sampah (recycle)

 Dalam pelatihan ini para peserta pelatihan diajarkan berbagai materi terkait persampahan antara lain tentang jenis-jenis plastic, sifat-sifat plastic dan bahayanya, praktek pembuatan bio activator, mengolah sampah plastic menjadi bahan bakar alternative, pembuatan kertas daur ulang dan juga pengenalan struktur tanah dan cara bercocok tanam, hal ini dimaksudkan supaya para fasilitator nantinya dapat menerapkan hal-hal yang telah dipelajari tersebut di dan membagikan pengetahuannya kepada warga masyarakat sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan bagaimana cara mengelola dan memanfaatkan sampah  dengan baik.

15 Kepala Daerah Berguru Pengelolaan Sampah di Malang

http://surabaya.tribunnews.com/foto/bank/images/1209tps-sampah.jpg

SURYA Online, MALANG – Sebanyak 15 kepala daerah melakukan kunjungan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (12/9/2013). Mereka berasal Kabupaten Bima, Kabupaten Bangka Barat serta kota/kabupaten lain dari luar Pulau Jawa.
F Supadi, Ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) TPST Mulyoagung Bersatu kemudian mengajak tamunya berkeliling melihat semua proses di TPST. Menurutnya, setiap hari ada 45 meter kubik sampah masuk ke TPST itu. “Kalau hari Senin, volume sampahnya malah bisa meningkat hingga 55 meter kubik,” kata pria yang bekerja sebagai staf di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang ini.
Begitu masuk, sampah langsung masuk ke zona I dan kemudian dipilah-pilah sampah organik, anorganik hingga residunya. Setelah sampah masuk zona 1, dan dipilah-pilah kemudian masuk ke zona lain. Sedangkan untuk limbah nasi dikumpulkan. Hasilnya setiap bulan, TPST dapat pemasukan Rp 3,5 juta. “Untuk limbah nasi, sudah ada rekanan yang mengambil, yaitu peternak bebek,” tuturnya. Agar tidak sampai jadi lalat, belatung pun diambili untuk makanan ikan lele dan nila yang dipelihara di kolam depan TPST.
Sedang dari limbah kaca, per bulan bisa didapat sebanyak 8 ton. Limbah itu juga sudah ada yang mengambilnya.
Sampah juga dikelola jadi pupuk organik yang menghasilkan 2 ton per bulan.
Menurut Supadi, pria kelahiran Sleman ini, sampah yang masuk hari ini dibersihkan satu hari ini juga karena esok hari pasti ada sampah baru yang datang.

Sumber:

Inswa Desak Jokowi Umumkan Pemenang Lelang ITF Sunter

Jakarta, GATRAnews – Indonesia Solid Waste Association (Inswa) mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo segera menentukan pemenang lelang Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Mereka berharapkan, pemenang lelang diumumkan bulan ini sesuai dengan janji pemprov di berbagai media masa bebarapa waktu lalu. “Saya berharap, statement Pak Jokowi di beberapa media, yang menyatakan akan menentukan pemenang bulan ini segera diwujudkan. Karena kebutuhan pengolahan sampah dalam kota sudah sangat mendesak sekali,” terang Ketua Inswa, Sri Bebassari, Rabu (18/9) di Jakarta.

 

Kota Jakarta, sebagai ibu kota negara, seharusnya sudah memiliki tempat pengolahan sampah sendiri tanpa bergantung pada daerah lain. Seperti yang selama ini dilakukan Pemprov DKI, membuang sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Dalam kontrak kerja sama dengan PT Godang Tua Jaya selaku pengelola TPST Bantargebang, volume sampah yang dikirim Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2013 hanya 3 ribu ton per hari saja. Tetapi hingga hari ini, volume sampah yang dikirim ke Bekasi masih mencapai 5.700 ton per hari.

 

“DKI harus punya tempat pengolahan sampah atau WC untuk sampah tersendiri di dalam kotanya. Ini sesuai dengan kontrak yang dilakukan bersama TPST Bantar Gebang. Kalau tidak salah pada tahun 2013 ini, sampah yang dikirim berkurang menjadi 3 ribu ton per hari. Tapi sekarang masih 5.700 ton per hari. Karena belum ada satu pun ITF yang dibangun dan beroperasi oleh DKI,” ujarnya.

 

Karena itu, Sri mengharapkan Jokowi dapat menetapkan pemenang lelang ITF Sunter secepatnya. Sehingga pembangunan ITF Sunter dapat segera dilakukan. Pembangunan diperkirakan akan memakan waktu dua tahun, lalu pada tahun ketiga ITF Sunter baru dapat dioperasikan untuk menerima dan mengolah sampah Jakarta. “Pembangunannya memang butuh dua tahun. Tahun ketiga baru mulai operasional. Jadi baru dua tahun lagi kita bisa mengurangi volume sampah di Bantargebang,” tuturnya.

 

Bila Pemprov DKI membangun, maka ITF Sunter akan menjadi tempat pengolahan sampah dalam kota pertama di Indonesia. Selama ini, seluruh pemerintah provinsi dan pengusaha di Indonesia tengah melihat keberhasilan DKI membangun ITF. Jika berhasil, maka mereka akan mencontoh penerapan bisnis sampah dengan membangun ITF di daerahnya masing-masing. “Kalau sampai DKI membangun ITF ini, maka akan menjadi pertama di Indonesia. Dan mimpi saya selama 33 tahun bahwa DKI punya pengolahan sampah sendiri terwujud sudah,” harapnya.

Selain itu, dengan beroperasinya ITF Sunter, lanjutnya, maka biaya transportasi sekitar Rp 200.000 per ton sampah dan biaya tiping fee sebesar Rp 114.000 per ton sampah dapat dialihkan ke ITF Sunter. Terkait dengan volume sampah berdasarkan kontrak antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Godang Tua Jaya jo PT Navigat pada tahun 2013 harus 3 ribu ton per hari, anggota Komisi D DPRD DKI Boy Ali Sadikin menengarai Jokowi dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin tidak mengetahui isi kontrak tersebut. “Jangan-jangan Gubernur belum tahu kontrak tersebut. Atau Kepala Dinas Kebersihan DKI tidak pernah melaporkannya ke Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu terkait pembangunan ITF Sunter, Ketua Panitia Lelang ITF Sunter Budhi Karya Irwanto mengatakan, penentuan pemenang lelang ITF Sunter belum bisa dilakukan karena pihaknya harus menunggu rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pihaknya juga menyusun tiga dokumen, yaitu; dokumen evaluasi pelaksanaan proses lelang, dokumen teknis dan dokumen harga. Ketiga dokumen itu sudah dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Gubernur akan memutuskan pemenang lelang yang memenuhi kriteria membangun ITF Sunter. Seperti diketahui, ITF akan menggunakan teknologi thermal untuk incenerator yang sudah terbukti di seluruh dunia. ITF Sunter direncanakan memiliki kapasitas pengelolaan sampah 1.000 ton perhari. (*/Zak) 

Sumber :

http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/39051-inswa-desak-jokowi-umumkan-pemenang-lelang-itf.html

 

Selamat Jalan Bpk. G.L.K Meng

http://inswa.or.id/wp-content/uploads/2013/09/DSC_0926.jpg

Pada tanggal 15 Agustus 2013 saat kita tengah mempersiapkan untuk memperingati Hari kemerdekaan RI, bersama itu pula salah satu pendiri Indonesia Solid Waste Asociation (InSWA) yang juga menjabat sebagai Bendahara umum, Bapak Goei Lie Kaw Meng telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Bapak Goei Lie Kaw Meng terlahir di kota Medan-Sumatera Utara 54 tahun yang silam, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1959. Selain di InSWA almarhum juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Pusat Pengembangan Riset Sampah Indonesia (PERISAI) dan Indonesia Waste Forum (IWF) dan aktivis di Yayasan Buddha Tzu Chi yang memilih bagian Daur Ulang, hal ini dilakukan karena keinginan dan kepedulian Beliau akan lingkungan yang begitu kuat. Kebiasaan Bapak Goei Lie Kaw Meng dalam mengatasi permasalahan lingkungan juga diterapkan dalam kehidupan kesehariannya di kantor yang Beliau pimpin dan tidak henti-hentinya mempengaruhi dan menganjurkan kepada teman-teman, kerabat dan orang-orang di sekitarnya untuk terus peduli terhadap lingkungan. Bahkan beliau melayani penerimaan material daur ulang untuk dikelola di Tempat Daur Ulang Mangga Dua Square.

Bapak Goei Lie Kaw Meng juga mengaplikasikan ide-idenya melalui kerjasama dengan pihak penelitian seperti BPPT, LIPI dan MEPPO-BPPT dalam pengembangan produk di perusahaan yang dipimpinnya yaitu PT Saptakrida Karyamas. Dengan berlandaskan pemahaman akan pentingnya pelestarian lingkungan, maka kerjasama telah dilangsungkan pada tahun 2011 untuk mengembangkan generator (pembangkit listrik) yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan suara bising.

Pada tanggal 28 Oktober 2003, Bapak Goei Lie Kaw Meng bersama dengan rekan-rekannya yang memiliki semangat yang sama yaitu Ibu Sri Bebassari dan Bp. Soly Desely mendirikan Asosiasi Persampahan Indonesia (InSWA) sebuah organisasi non profit yang bergerak di bidang lingkungan khususnya persampahan dengan tujuan untuk dapat bersama-sama saling membantu dengan pihak-pihak terkait permasalahan persampahan sehingga manfaat sosio-lingkungan-nya dapat menjangkau lebih banyak orang. Selain itu Bapak Goei Lie Kaw Meng juga membangun kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah untuk bersama-sama menggodok permasalahan lingkungan menjadi perhatian bersama demi masa depan lingkungan masyarakat luas yang lebih bersih sehat dan nyaman. Dengan memperhatikan aspek-aspek hukum, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Indonesia, Bapak Goei Lie Kaw Meng juga berkiprah di berbagai kegiatan seminar dan program yang berkaitan dengan lingkungan dan terjun langsung membantu di berbagai kegiatan aksi sosial di bidang lingkungan.

Kami, atas nama keluarga besar InSWA turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga amal bakti beliau semasa hidupnya diterima Tuhan yang maha esa

“Selamat jalan Pak Meng…, kami takkan pernah melupakanmu dan tetap semangat melanjutkan perjuanganmu untuk lingkungan yang lebih baik”

http://inswa.or.id/wp-content/uploads/2013/09/foto-2.jpg

ISWA ACTIVITY 2013

InSWA (Indonesia Solid Waste Association), sebagai National Member dari ISWA (International Solid Waste Association), bersama ini menginformasikan update terbaru kegiatan ISWA  tahun 2013 :

1.   ISWA World Congress 2013  

Kongres ISWA 2013 merupakan salah satu kongres yang paling penting dalam bidang pengelolaan sampah. Kongres ini berlangsung selama empat hari yakni dari  tanggal 7 – 11 Oktober di Vienna, Austria. Kongres ini diselenggarakan oleh Vienna yang bekerjasama dengan ISWA (International Solid Waste Association) serta dihadiri oleh kurang lebih seribu ahli dan para pembuat keputusan dari seluruh dunia. Dalam kongres ini terdapat presentasi ilmiah, pameran poster dan company booth, tur ke perusahaan-perusahaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan perkembangan terbaru mengenai pengelolaan sampah.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan buka link berikut : http://www.iswa2013.org/EN/Congress/ISWA+World+Congress+7-11+October+2013+in+Vienna.aspx

Penawaran InSWA untuk ISWA World Congress 2013 :

– Discount 20% biaya registrasi dari harga normal (400 euro) untuk anggota InSWA.

– Bebas biaya registrasi untuk anggota InSWA kategori grup/lembaga apabila registrasi grup minimal 5 orang.

2.   ISWA Trial Membership

ISWA Trial Membership berjalan satu tahun secara gratis dan memberikan manfaat kepada anggota berupa :

–          ISWA Member Area

–          Mendapat diskon untuk program anggota ISWA

–          Akses online gratis ke website ISWA dan beberapa media publikasi ISWA seperti Waste Management & Research, Waste Management World.

–          Akses tidak terbatas terhadap ISWA Knowledge Base

–          Diskon biaya registrasi untuk Kongres ISWA atau Konferensi ISWA

–          Newsletter ISWA

Manfaatkan keanggotaan individu ISWA dengan mendaftar menjadi anggota InSWA dengan menghubungi sekretariat InSWA atau buka link berikut :http://inswa.or.id/wp-content/uploads/2013/05/Brosur-Keanggotaan.pdf

Untuk informasi lebih lanjut, mengenai ISWA Trial Membership,  silakan buka link berikut :

http://www.iswa.org/fileadmin/galleries/Membership/Trial%20Membership%201%20year/ISWA_Trial_Membership_1_year_Flyer_2013_02.pdf

  3.   ISWA Knowledge Base

ISWA Knowledge Base bertujuan untuk memberikan informasi terbaru tentang semua aspek pengelolaan sampah dalam rangka untuk mempromosikan praktik terbaik di seluruh dunia. Saat ini terdapat lebih dari 1.900 dokumen yang terdapat dalam ISWA knowledge Base yang sangat bermanfaat sebagai bahan literatur.

Manfaatkan akses ke knowledge base ISWA dengan mendaftar menjadi anggota InSWA dengan menghubungi sekretariat InSWA atau buka link berikut :http://inswa.or.id/wp-content/uploads/2013/05/Brosur-Keanggotaan.pdf

Untuk informasi lebih lanjut, silakan buka link berikut : http://www.iswa.org/en/525/knowledge_base.html

Terima kasih

 

Sekretariat InSWA
 
Jl. Letjen Suprapto 29 N Jakarta Pusat
Phone: (+6221) 426 7877      Fax : (+6221)  426 7856
 
Field Office TPST 3R Rawasari
Jl. Rawasari Selatan, Jakarta Pusat
Telp. ( +6221) 2882 9500

Karya Bhakti Skala besar Pembersihan Kali Ciliwung 2013

Pada Hari Rabu tanggal 14 Agustus 2013, TNI Angkatan Darat bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Ormas dan masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Ciliwung  melaksanakan Karya Bakti Skala Besar Pembersihan di sepanjang Sungai Ciliwung, dengan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang Sungai Ciliwung, pendalam Sungai Ciliwung, dan penanaman pohon di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Sebelum kegiatan dilakukan, seluruh personel mengikuti Apel Kesiapan Karya Bhakti TNI AD Pembersihan Ciliwung di bawah jembatan Kalibata, Jakarta Selatan. Apel dipimpin langsung oleh Kasad Jenderal TNI Moeldoko. Turut hadir pula Gubernur DKI Jakarta Bp. Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Bp. Hermanto Dardak.

KASAD Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, prajurit TNI mempunyai semangat kuat unuk membantu Pemprov DKI mengatasi permasalah utama Kota Jakarta yaitu banjir. Sebagai antisipasi banjir, pembersihan sungai-sungai merupakan langkah yang tepat. “Kita harus bantu Pemprov DKI agar kesulitan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,” kata Moeldoko saat memimpin Apel di bawah jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Usai Apel, Moeldoko bersama Jokowi dan Hermanto melakukan penanaman 1.000 pohon secara simbolis di bantaran sungai Ciliwung dan dilanjutkan bersama ratusan personel gabungan turun ke sungai menaiki perahu karet menyusuri Sungai Ciliwung dari Kalibata hingga ke Bidara Cina, Jakarta Timur .

Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta, Unu Nurdin mengatakan, kegiatan ini juga dimaksudkan agar masyarakat Jakarta melihat bahwa TNI AD saja peduli pada kebersihan kali dan sungai di Ibukota. “Sehingga diharapkan, masyarakat enggan membuang sampah ke sungai dan mengikuti jejak para anggota TNI AD untuk turut serta menjaga kebersihan sungai,” kata dia.Unu melanjutkan, kegiatan ini juga bagian dari kampanye ‘Stop Buang Sampah Ke Kali’ yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. “Menurut Pak Jokowi, perilaku wargalah yang menjadi kunci bersihnya sungai dari sampah. Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah dengan kampanye besar-besaran kepada masyarakat umum, terutama yang bermukim di bantaran sungai, untuk tak membuang sampah secara sembarangan, apalagi ke aliran sungai. Artinya, kesadaran masyarakat perlu dibangun,” lanjutnya.

Dalam rangka mendukung Karya Bakti Bersih Ciliwung ke-2, Dinas Kebersihan mengerahkan 100 unit Dump Truck dan 70 unit Gerobak Motor (Germor),dan akan membuang sampah hasil kegiatan ke TPST Bantargebang.

Untuk memudahkan kendali, pekerjaan Karya Bhakti  Pembersihan Sungai Ciliwung dibagi menjadi 5 sektor, yakni : Sektor-I dari Tanjung Barat sampai dengan Bidara Cina; Sektor-II  dari Bidara Cina – Kampung Melayu sampai dengan  Kampung Pulo ; Sektor-III dari Kampung Pulo – Manggarai sampai dengan Jalan Tambak ;  Sektor-IV dari Jalan Tambak sampai dengan Masjid Istiqlal ;  dan Sektor-V dari Masjid Istiqlal sampai dengan Pademangan.

InSWA sebagai Asosiasi persampahan Indonesia diundang untuk memonitor kegiatan Karya Bhakti tersebut di sector IV (dari Masjid Istiqlal- Jalan Tambak )

Apel kesiapan sektor IV dimulai pada pukul 06.30 di Halaman parkir Masjid Istiqlal dipimpin oleh Dan Yonif LINUD 328 Mayor Inf Asmi didampingi oleh Walikota Jakarta Pusat, Walikota Jakata Utara dan para pejabat Pemkot Adm Jakarta-Pusat, setelah apel kesiapan kemudian ditempatkan sesuai subsektor yang telah ditentukan yaitu: sektor A : Masjid Istiqlal-Kwitang, Sektor B: Kwitang-Gereja HKBP Gernolong, Sektor C: Gereja HKBP Gernolong-Talaga dan sector D: Talaga- Jalan Tambak

Kegiatan Karya Bhakti sektor IV diikuti oleh 2.350 personil yang terdiri dari TNI AD 1400 orang, Kodim 0501 Jakarta Pusat 100 orang, Ormas 100 orang, instansi terkait 350 orang dan Masyarakat 400 orang

Tujuan dari Karya Bhakti  Pembersihan Sungai Ciliwung ini adalah untuk meningkatkan sinergitas TNI AD dengan Pemda DKI Jakarta dan  Lembaga lainnya serta masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersama dengan memperbaiki dan menyempurnakan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial serta meningkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman.(HM)

Clean First