Cinta Bumi, Ayo kelola sampah dengan bijak!

INDONESIA, SINGAPORE, PORTUGAL

Meeting with InSWA Indonesian Solid Waste Association
15a3e9f23d

Dinner with the Singapore Minister of Environment Dr Vivian Balakrishnan

f91d339441

Meeting with Mme Assuncao Cristas, Portuguese Minister of Environment

A Report by President David Newman

This has been a very busy period attending ISWA events worldwide. Among the more pleasant visits was meeting the Indonesian Solid Waste Association’s Board in Jakarta on June 30th. This rapidly developing country has all the classic problems related to waste management in the developing world- urbanisation, population, income and consumption growth without the equivalent delivery of public hygiene services. They have much catching up to do and I was humbled by InSWA’s determination to improve waste management there with excellent urban composting, collection facilities and urban farming as models to show city planners nationwide. This nation will offer exciting investment opportunities in our sector once it has got the EPR systems, financial models and local implementation into gear. InSWA is working hard on these questions now. My thanks to President Ms. Sri Bebassari for her very kind hospitality.

Singapore, as you all know, got to grips with its waste emergency over the last decade and now is a model to imitate, although Minister of Environment Dr Vivian Balakrishnan, with whom I spoke at length, told me he was pushing for greater resource recovery and lowering the externalities of Singapore’s final sinks. He has an ambitious programme to create a closed cycle economy, and the NEA colleagues are working with industry now on creating the strategy. On July 2nd I had dinner with the new Director of the National Environment Agency Mr Ronnie Tay and was pleased to refresh our excellent relations with them especially in the field of training. The day before I enjoyed dinner (all this eating is not helping my waistline at all) with the Managing Director of Keppel Infrastructure, Mr. Tay Lim Heng whose views of opportunities in the waste industry come from the privileged perch of a major engineering company working worldwide. He is very upbeat about our sector, telling me that Keppel are focusing more on waste than water systems in the future.  I also spoke at and much enjoyed the Waste Symposium in Singapore where Indonesia, Malaysia and Vietnam presented their situations. I remind you all to be there June 1-4th 2014 for their next international waste congress, WasteMet Asia.

Lastly, back in Europe on July 15th I met with Mme Assuncao Cristas, the Portuguese Minister of Environment during my few days in Lisbon for the Portuguese annual waste conference. The Minister outlined to me the plans to finalise Portugal’s waste infrastructure, a difficult task in a nation living through very painful budget cuts and the Minister is relying upon the private sector to intervene. I offered ISWA’s technical support. I am pleased to say the Minister is very supportive of our Climate Change policies and will certainly participate in Warsaw at one of our events.

I thank Professor Mario Russo of the National Member for organising a very well attended and excellent conference and the meeting with the Minister.

Finally I am glad to announce that ISWA has been invited to the High Level Ministerial meeting of the Climate and Clean Air Coalition in Oslo on September 2nd and 3rd. As the only NGO on the CCAC’s steering committee dealing with waste, ISWA is in a unique position to drive forward our agenda at the highest level. This coalition, whose secretariat is run from UNEP in Paris, is heavily sponsored by the US State Department. I will report back afterwards.

Now, frankly, I am going on holiday and will be back in action in September. Enjoy your summer break in the northern hemisphere or your winter holidays down under and some time to relax and reflect on a world that is coming together but seems, too often, to be coming apart.

 

ITF Sunter Ditargetkan Beroperasi 2016

 

Senin, 29 Juli 2013 | 14:55

Ilustrasi Pengolahan Sampah
  Ilustrasi Pengolahan Sampah (sumber: ANTARA FOTO)

Jakarta – Kendati belum diputuskan pemenang lelang, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menargetkan Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter akan beroperasi pada tahun 2016.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengatakan, nasib kelanjutan pembangunan ITF Sunter akan dipastikan pada pekan depan. Saat ini, pihaknya sedang menyusun laporan evaluasi pelaksanaan lelang serta dokumen teknis dan dokumen harga.

“Sekarang tinggal menyusun laporan untuk disampaikan ke Gubernur. Proses lelang investasi ini diikuti dari 30 perusahaan, lalu tinggal 14, hingga akhirnya tinggal dua. Pemenangnya hanya satu perusahaan. Pihak yang memutuskan adalah Gubernur,” kata Unu di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/7).

Dari hasil lelang investasi yang dilaksanakan telah keluar dua calon pemenang lelang yaitu PT Wiraguna Gulfindo Sarana dan PT Phoenix Pembangunan Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memutuskan salah satu dari dua perusahaan ini yang akan membangun ITF Sunter.

Tetapi bisa saja, lanjutnya, terbuka peluang tidak ada pemenang lelalng ITF Sunter. Artinya, dari dua perusahaan yang diajukan Dinas Kebersihan, ternyata tidak ada satu pun yang dipilih oleh Gubernur. Kalau sudah seperti ini, maka lelang investasi akan diulang kembali.

“Belum tentu ada pemenangnya. Kalau Gubernur menolak, maka kita akan ulang pengadaan lelangnya, diikuti uji kelayakan, cek lagi. Tergantung kita siapkan bahan selengkapkanya kepada Gubernur,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya mengharapkan pemenang segera ditentukan Gubernur sehingga penandatangan kontrak kerja sama segera dilakukan pada tahun ini. Konstruksi fisik pembangunan ITF ditargetkan dapat rampung sekitar 2,5 tahun. Sehingga tahun 2016 sudah dapat beroperasi untuk menampung dan mengolah sampah dalam kota Jakarta.

Bila kontrak sudah ditandatangani, maka tahap pembangunan fisik akan dimulai dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED). Dilanjutkan dengan perencanaan aplikasi, pengadaan barang dan pembangunan fisik.

“Pembangunan ITF Sunter berdasarkan investasi dari investor. Investasi sebesar Rp 1,4 triliun dengan pembayaran tiping fee maksimal Rp 400 ribu,” papar Unu.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/NAD
Sumber : BERITA SATU

Kunjungan Presiden ISWA ke Indonesia

Pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2013, Presiden ISWA Mr . David Newman berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan pengurus, sekretariat, para anggota serta mitra InSWA, dalam diskusi yang santai Mr.Newman menjelaskan arah program ISWA ke depan yang akan lebih fokus pada pengembangan program di  negara berkembang termasuk. Indonesia. Hal ini menurut beliau bertujuan untuk memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan kualitas Pengelolaan sampah khususnya terhadap dampak perubahan iklim.

Belajar dari Hongkong Menangani Sampah Konstruksi

8 February

Penulis: Ben Messenger

Sumber: Sumber: http://www.waste-management-world.com/articles/2013/02/construction-waste-lessons-from-hong-kong.html

Dialihbahasakan oleh: Yanuar, InSWA

Menurut Komisi Eropa, Eropa bisa belajar dari serangkaian kebijakan pengelolaan limbah konstruksi dilaksanakan di Hong Kong selama dua dekade terakhir.  Komisi mengutip sebuah artikel penelitian baru-baru ini diterbitkan – Pemilahan Sampah Konstruksi: Apa yang bisa kita pelajari dari Hong Kong? – Yang menemukan bahwa pemilahan sampah konstruksi yang dilakukan di luar kawasan (the offsite contruction waste sorting, CWS) program adalah salah satu yang paling signifikan dari kebijakan tersebut.

Pengelolaan limbah konstruksi merupakan tantangan yang menerima perhatian dunia dan para peneliti menyarankan bahwa penelitian ini memberikan referensi penting bagi negara-negara lain yang bekerja untuk meminimalkan limbah konstruksi. Continue reading

100 Program ‘Circular Economy’ Targetkan ‘’Reuse dan Recycling’’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Februari 2013
Oleh Ben Messenger
Sumber: http://www.waste-management-world.com/articles/2013/02/reuse-recycing-targetef-by-circular-economy-100.html
Dialihbahasakan oleh: Yanuar, InSWA

Waste and Resources Action Programme (WRAP), sebuah program pemerintah UK, telah menerbitkan video merinci potensi usaha perputaran ekonomi dan menjadi ‘pelopor anggota’ dari Economy Circular 100 (CE100) program.

Dilansir melalui amal independen, Ellen MacArthur Foundation, program ini merupakan platform global yang menyatukan 100 perusahaan perintis yang bergerak dalam mempercepat transisi menuju perputaran ekonomi selama hari 1000. Menurut yayasan, program CE100 akan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk merangsang inovasi perputaran ekonomi , mendorong kolaborasi, membangun kapasitas dan membuka kesempatan ekonomi. Anggota program ini akan memiliki akses istimewa ke perpustakaan online mengumpulkan data Economy Circular (perputaran ekonomi) dalam praktik yang terbaik, benchmark studi kasus, kerangka kerja dan alat-alat. Continue reading

TPA Sampah Terbuka Harus Tutup Mei 2013

Penulis : Agnes Rita Sulistyawaty | Kamis, 21 Februari 2013 | 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat persampahan, Sri Bebassari, mengatakan, tempat pembuangan sampah terbuka (open dumping) tidak boleh lagi digunakan pada Mei 2013 atau lima tahun setelah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Kenyataannya, saat ini masih banyak tempat pembuangan akhir (TPA) di sejumlah daerah yang menerapkan model pembuangan sampah terbuka,” ujar Sri, Kamis (21/2/2013) di sela-sela peringatan Hari Sampah di TPST Rawasari.

Dia mengatakan, model pembuangan sampah terbuka berbahaya bagi lingkungan. Untuk mengubah model pembuangan sampah, dibutuhkan teknologi pengolahan sampah.

Biaya teknologi ini tergolong mahal. Sementara banyak pemerintah daerah yang hanya memberi sedikit anggaran untuk persampahan. Akibatnya, urusan sampah cenderung dibiarkan seadanya.

Editor :Robert Adhi Ksp

Sampah Ancam Surganya Burung di Jakarta

Jumat, 01/03/2013 13:42 WIB

Ari Saputra – detikNews

Foto: Ari Saputra/detikcom

Jakarta – Pulau Rambut yang berada di Kepulauan Seribu, Jakarta, sudah dikenal sebagai surganya para burung. Setiap tahun, ribuan burung dari berbagai jenis singgah di pulau ini. Mereka migrasi dari belahan selatan khatulistiwa ke utara dan sebaliknya. Sayang, pulau yang masih dijaga keasliannya tersebut mulai terancam sampah.

“Kita lihat sampah plastik dan barang-barang dari super market di Jakarta sudah mulai banyak di pantai. Ini perlu diperhatikan untuk keaslian pulau ini,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat meninjau Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Jumat (1/3/2013).

Zulkifli Hasan meninjau pulau seluas 45 hektar Jumat pagi dari Pantai Marina Ancol. Dia menyewa kapal untuk menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Zulkifli hendak memastikan keaslian pulau tersebut bagi kelestarian burung. “Ini harus dijaga. Tidak boleh sembarangan orang ke sini. Bisa-bisa kabur burung itu,” tandasnya.

Zulkiflli juga menyempatkan naik ke menara pengawas setinggi 20 meter di tengah pulau. Lalu, ia meneropong ke kejauhan dan menikmati ribuan burung bertengger di pohon.

“Kawasan ini harus dijaga. Dibuka untuk wisawatan edukasi seperti peneliti atau anak sekolah. Kalau hanya untuk rekreasi sih tidak,” ucap Zulkifli yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit di pulau tersebut dan kemudian kembali ke Ancol. (Ari/nrl)

 

 

(No title)

(No title)