Diskusi Peringatan Hari Peduli Sampah 21 Februari

Diskusi Peringatan Hari Peduli Sampah  21 Februari:

Penerapan Peraturan tentang Pengelolaan Sampah di Indonesia

 

Pada 21 Februari nanti, tepat sudah 7 tahun  peristiwa longsor di TPA Leuwigajah berlalu. Berawal dari ledakan gas yang sangat keras melongsorkan tebing-tebing sampah, menimbun ratusan rumah dan menguburkan 143 nyawa yang sedang terlelap nyenyak di tengah malam, 21 Februari 2005 lalu.

Konflik dan kecelakaan-kecelakaan di sekiltar lokasi pembuangan sampah tidak terjadi sekali ini saja. Setahun setelah kejadian di Leuwigajah, longsor kembali terjadi  di TPA Bantar Gebang dengan menewasan 3 orang. Ini membuktikan banyak sekali  dampak akibat pengelolaan sampah yang masih sangat tradisional. Maka itu kehadiran UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah merupakan titik tolak pengelolaan sampah dengan memperkenalkan paradigma yang benar-benar baru. Namun, sejauh mana implementasinya di lapangan sepertinya masih jauh dari ideal. Hal inilah yang akan  pada peringatan Hari Peduli Sampah yang akan diselengggarakan  pada:

Waktu: Kamis, 21 Februari  2013

Pukul: 11.00  – 12.00 WIB
Bertempat: di TPST 3R Rawasari (Peta terlampir di bawah)
Jln. Rawasari Selatan, belakang Pasar Rawasari, dekat Kantor Camat Cempaka Putih, sebelah kantor posko pemadam kebakaran.

Diskusi ini akan menghadirkan tokoh-tokoh lingkungan nasional, terutama, tokoh-tokoh inisiatif dan berpengaruh terhadap perubahan kebijakan pengelolaan sampah di Indonesia.

Serangkaian dengan peringatan ini, InSWA juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT. Lion Superindo (Supermarket) melakukan kegiatan peduli lingkungan di area Bundaran Hotel Indonesia pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Minggu, 24 Februari 2013. Kegiatannya berupa penukaran sampah polystyrene (Styrofoam) dan kantong plastik dengan tas pakai ulang, peresmian program lingkungan, penghargaan MURI, penghargaan dari InSWA dan kegiatan atraktif lainnya untuk masyarakat luas untuk mempromosikan pola hidup tertib sampah.

 

Peta Menuju ke TPST Rawasari

PETA KE RAWASARI

 

 

Produsen Harus Bertanggung Jawab pada Limbah Elektronik

Produsen Harus Bertanggung Jawab pada Limbah Elektronik
JUMAT, 25 JANUARI 2013 | 11:03 WIB

PATTAYA, KOMPAS.com — Produsen tidak bisa dibiarkan hanya memproduksi dan menjual produk elektronik. Mereka harus didesak ikut bertanggung jawab mengolah produk elektronik yang tidak terpakai lagi dan menjadi limbah.

Pakar Teknologi Lingkungan Universitas Melbourne, Chris Ryan, mengatakan, produsen tidak bisa lagi dibiarkan lepas tangan terhadap limbah produk mereka. Produsen tidak boleh hanya fokus membuat dan menjual produk baru, tanpa memikirkan pengolahan produk lama yang ditinggalkan konsumen. Continue reading Produsen Harus Bertanggung Jawab pada Limbah Elektronik

Penyelundupan Limbah Hantui Asia Afrika

Penyelundupan Limbah Hantui Asia Afrika
Penulis : Kris R Mada | Jumat, 25 Januari 2013 | 11:29 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Kontainer Tercemar Limbah B3 – Petugas dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok memeriksa 19 kontainer berisi besi tua yang tercemar limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (30/4/2012). Kontainer ini bagian dari 220 kontainer asal berbagai negara yang isinya dideteksi mengandung limbah B3 dan kini akan dimintakan penetapan penyitaan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

PATTAYA, KOMPAS.com- Penyelundupan limbah elektronik menghantui negara-negara di Asia dan Afrika. Penegak hukum harus lebih tegas mencegah limbah masuk ke wilayah kerja mereka.

Direktur Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) wilayah Asia Pasifik, Park Young Woo, mengatakan, setiap tahun dihasilkan 15 juta ton sampah elektronik. Hanya 10 persen di daur ulang atau digunakan lagi. Continue reading Penyelundupan Limbah Hantui Asia Afrika

Municipal Solid Waste Management : Innovative Waste Segregate in Indonesia.*)

Indonesia has been entering the new era in managing the municipal solid waste (MSW) since on May 2008 the parliament has approved The Law of Municipal Solid Waste Management. Based on the law, there are two main activities in managing MSW, firstly is waste minimizing that actually adopt the 3R principle and secondly is waste handling that consist of segregation, collection, transportation, processing and final treatment. The big challenge in implementing this law is to segregate the waste into 2 or 3 parts particularly to separate the waste from the kitchen including food waste or organic compostable matter with other kind of valuable waste (paper, plastic, metal, glass) that potentially can be recycled.

The waste segregation is a big challenge due to the people’s habit that still do the traditional way which only perform 3 steps : collect, transport and dispose, and then forget it. Most of peoples are also still perform ‘NiMBY’ in handling their waste. So the situation is very bad, particularly in the big cities that almost all final disposal are still apply open dumping system that in the law is prohibited. This bad and dangerous system has cause of sliding in certain dumping site and kill more than 140 peoples. That is why the formulation of an objective of the MSW Management Law is to enhance community health and environment quality, and to utilize msw as new resources / circulated waste. Continue reading Municipal Solid Waste Management : Innovative Waste Segregate in Indonesia.*)

Pengurangan Sampah Plastik, Plastik Mudah Terurai, dan Labelisasi Produk Hijau

Oleh: Indonesia Solid Waste Association (InSWA)

Manusia dan sampah plastiknya
Bahwa setiap hari manusia menghasilkan sampah sudah tentu disadari oleh semua orang. Namun fakta bahwa 10-15% dari sampah yang dihasilkan tersebut adalah plastik, belum tentu disadari oleh setiap orang. Dalam sebuah laporan disebutkan, lebih dari 200 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Dari 200 juta ton, 26 juta ton diproduksi di Amerika Serikat. Di Indonesia, diperkirakan 15.000 ton lebih sampah plastik dihasilkan setiap hari.

Plastik memang sulit dipisahkan dari hidup manusia modern. Sejak diproduksi secara industri pada era 1930-an, plastik digunakan oleh setiap orang mulai sebagai pembungkus makanan, sikat gigi, alat rumah tangga, hingga mobil dan pesawat terbang. Melalui perkembangan teknologi, manusia semakin dimudahkan dan diyakinkan dengan berbagai keunggulan plastik baik dari segi kekuatan, keamanan, kebutuhan energi, dan higinitas. Continue reading Pengurangan Sampah Plastik, Plastik Mudah Terurai, dan Labelisasi Produk Hijau

Undangan Diskusi Media tentang Penutupan TPA Open Dumping

InSWA bikin acara lagi, kali ini khusus mengundang rekan-rekan media untuk berdiskusi sedikit serius mengenai kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Indonesia. Tema diskusinya adalah: Empat Bulan Lagi Batas Akhir Penutupan TPA Open Dumping.

Waktu: Jumat, 11 Januari 2013
Pukul: 16.00 WIB – selesai
Bertempat: di TPST 3R Rawasari
Jln. Rawasari Selatan, belakang Pasar Rawasari, dekat Kantor Camat Cempaka Putih, sebelah kantor posko pemadam kebakaran.

Peta Menuju ke TPST Rawasari:
PETA KE RAWASARI

Press Realease:
Siaran Pers InSWA 11Januari 2013: Empat Bulan Lagi Batas Akhir Penutupan TPA ”Open Dumping”

Clean First