Syukuran InSWA ke – 9 Tahun

Bersempena dengan milad-nya yang ke- 9 tahun, InSWA berencana menggelar syukuran dengan mengundang mitra, kolega, sahabat para pelaku pengelolaan sampah di Indonesia. Syukuran akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Jum’at , 28 Desember 2012

Pukul          : 16.00 WIB – selesai

Tempat        : TPST Rawasari- Jl. Rawasari Selatan (peta terlampir)

Acara          :

1. Menyongsong tahun 2013, InSWA sebagai National Member ISWA

2. Peresmian Website dan Perpustakaan InSWA

3. Silaturahmi dan ramah tamah

 

Peta menuju ke TPST Rawasari

PETA KE RAWASARI

 

Pemulung Bakal Dilatih Bersihkan Sampah Jakarta dan Digaji

Oleh Danang Setiaji Prabowo | TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sempat melontarkan wacana untuk menggaji pemulung sebesar Rp 2 juta, untuk membersihkan sampah-sampah di Jakarta.

Saat ditanya kembali soal wacana itu, Basuki menjelaskan pihaknya menginginkan swakelola untuk membersihkan sampah. “Kenapa kita tidak berdayakan pemulung juga? Tapi mesti dilatih, lagi dikaji,” ujar Basuki di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/12/2012).

Mengenai gaji, mantan Bupati Belitung Timur menuturkan, gaji pemulung tentunya sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang saat ini sudah ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta.  Continue reading Pemulung Bakal Dilatih Bersihkan Sampah Jakarta dan Digaji

Indonesia Me-Launch: Gerakan Indonesia Bersih

 

Gerakan Indonesia Bersih

Sumber: Serasi, Media Komunikasi Lingkungan, KLH, Edisi 3/2012

 

 

Semua sektor ikut dilibatkan untuk melaksanakan GIB. Tujuan utamanya memotivasi masyarakat agar peduli untuk menyehatkan lingkungan.

Bersih pangkal sehat. Pepatah itu begitu akrab di telinga kita. Maklum, sejak kecil nasehat ini kerap dilontarkan orangtua di rumah dan guru di sekolah. Namun sayang, dalam praktiknya tak semua orang bisa menjalani hidup yang bersih agar sehat. Setidaknya itulah yang dirasakan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ketika naik kereta api. Orang nomor satu di negeri ini, sempat terganggu pemandangannya dengan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang rel kereta api. Continue reading Indonesia Me-Launch: Gerakan Indonesia Bersih

Catatan dari Konferensi Perubahan Iklim PBB – PR dari “Doha-Jakarta”

Catatan dari Konferensi Perubahan Iklim PBB

PR dari “Doha-Jakarta”
*Brigitta Isworo Laksmi*
http://cetak.kompas.com/read/2012/12/11/03473085/pr.dari.doha-jakarta

Butuh waktu sekitar 10 jam menempuh Jakarta-Doha yang berjarak sekitar
6.920 kilometer. Demikian jauh. ”Jarak” antara yang dibahas dalam
Konferensi Perubahan Iklim PBB di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk
Perubahan Iklim itu dan realitas iklim di Indonesia juga jauh, bahkan lebih
jauh.

Tahun 2007, sebagai tuan rumah konferensi serupa pada Pertemuan Para Pihak
ke-13, Indonesia diberi acungan jempol di dunia internasional karena sukses
menembus kebuntuan. Lahirlah Bali Action Plan.

Setelah itu, hingga konferensi di Doha, ibu kota Qatar, yang berakhir Sabtu
(8/12), kiprah Indonesia di dunia internasional seolah semakin ”tak nyata”. Continue reading Catatan dari Konferensi Perubahan Iklim PBB – PR dari “Doha-Jakarta”

Sekolah Sobat Bumi, Menularkan Cinta Bumi dari Sekolah

Menghijaukan bumi untuk mengatasi pemanasan global bisa dimulai dari sekolah. Kepedulian itu ditunjukkan oleh Pertamina Foundation, yang memiliki komitmen penuh mendorong sekolah-sekolah yang berwawasan ramah lingkungan berupa pendirian sekolah-sekolah hijau dan pemberian beasiswa bagi yang beprestasi di bidang lingkungan hidup. Program sekolah sobat bumi Pertamina Foundation mendapatkan apresiasi dan dukungan dari pemerintah melalui satuan tugas Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation Plus (Satgas Redd ++). Program ini, menurut Ketua Satgas Redd ++  Kuntoro adalah program jangka panjang, karena dijalankan melalui 3 tahap selama tiga tahun dimulai dari gelar Adiwiyata hingga Adiwiyata Mandiri.

Dalam Launching Sekolah Sobat Bumi pada Kamis 18 Oktober 2012 tersebut, Pertamina Foundation kembali menekankan pentingnya peran sekolah dalam membangun karakter siswa yang berwawasan ramah lingkungan. “Setiap sekolah memiliki tantangan tersendiri karena mereka hidup di dalam lingkungan yang berbeda satu dengan yang lainnya dan sekolah sobat bumi ini perlu dirancang dengan tepat,’’ ujar Kuntoro. Dengan demikian, Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Ibu Nina Nurlina Pramono menambahkan, para penerima Adiwiyata Mandiri ini bisa lebih sustain menjaga dan  menularkan pada sekolah-sekolah lainnya.

Dalam launching perdana Sekolah Sobat Bumi itu dihadiri Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan beserta jajarannya. Oppie Andaresta juga ambil bagian pada acara ini. Dia menulis buku cerita anak dan menciptakan lagu anak-anak yang dimuat dalam satu CD yang semuanya bertemakan lingkungan. Pada kesempatan itu sebanyak 17 sekolah penerima Adiwiyata berhasil mendapatkan predikat Sekolah Sobat Bumi (SSB) Champions, diantaranya 7 SD, 5 SMP, dan 5 SMA. Selanjutnya sekolah ini diharapkan bisa membina 10 sekolah lainnya untuk dipromosikan menjadi calon penerima Adiwiyata berikutnya. Program Sekolah Sobat Bumi ini juga diharapkan bisa menjembatani untuk mentransfer kebiasaan ramah lingkungan melalui pembinaan di sekolah-sekolah agar berbudaya ramah lingkungan (Penulis:Olly dan Imla).

 

 

Drowning in Waste

Drowning in Waste

Elise Dalley, The Jakarta Post, Jakarta | Sun, 02/13/2011 10:15 AM

As Jakarta’s population grows, experts warn that continued development, coupled with the city’s poor waste management system, may make it drown in its own waste, shooing away foreign investment crucial for future growth.
While international waste management standards demand a minimum spend per ton to adequately manage rubbish in a major city, the government currently spends only some 50 percent of this in Jakarta and less than half of that in smaller, outlying regions.

Continue reading Drowning in Waste

SRI BEBASSARI: The Green Deeds of Garbage Queen

SRI BEBASSARI: The Green Deeds of Garbage Queen

Thirty-one years of wrestling with the problem of garbage has earned her the title of the Garbage Queen. She has been able to open the minds of many parties that garbage is a serious problem and must be handled professionally.

By Siska Nurifah

HEAPS of sorted out garbage appeared to mount. But interestingly, the final disposal site (landfill/TPA) located in the Subdistrict Office of Cempaka Putih, Central Jakarta, was actually far from being a stench. The place looked neat and gave out an impression of being professionally styled.  A few workers could be seen separating organic garbage from nonorganic waste pieces. In one corner of this landfill a lady with a headscarf could be seen organising the workers, and occasionally helped sort out the garbage in a pile.

Continue reading SRI BEBASSARI: The Green Deeds of Garbage Queen

Konferensi Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) ke-10 di Yogyakarta

Konferensi Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) ke-10 di Yogyakarta

 Senin, 14 November 2011 08:24:43 – oleh : marco002

Yogyakarta, 9 – 11 November 2011. Komitmen Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan, terus mengadopsi dan menerapkan kebijakan ramah lingkungan. Dalam ajang bergengsi ini, Indonesia ingin berbagi pengalaman, misalnya inisiatif kebijakan terhadap industri hijau (melalui 3R, produksi bersih, dan efisiensi energi) dan kebijakan strategi pembangunan Indonesia yang rendah karbon.

Continue reading Konferensi Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) ke-10 di Yogyakarta

Clean First